<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">

  <title>dosedaf</title>
  <subtitle>A personal blog about things I&apos;m learning.</subtitle>
  <link href="https://dosedaf.github.io/atom.xml" rel="self"/>
  <link href="https://dosedaf.github.io/"/>
  <updated>2026-10-16T00:46:21+07:00</updated>
  <id>https://dosedaf.github.io/</id>
  <author>
    <name>dosedaf</name>
    <email>enhanayooan@gmail.com</email>
  </author>

  
  <entry>
    <title>Merangkum: Replication DDIA</title>
    <link href="https://dosedaf.github.io/blog/2026/10/12/merangkum-replication-ddia/"/>
    <updated>2026-10-12T00:00:00+07:00</updated>
    <id>https://dosedaf.github.io/blog/2026/10/12/merangkum-replication-ddia/</id>
    <content type="html">Replication

Membahas proses replication yang artinya menyimpan salinan data yang sama di mesin lain. Dengan tujuan :


  Lower latency, misal ke server yang lebih dekat dengan user
  Higher system availability melalui banyaknya node yang juga benefisial untuk;
  Higher read throughput.




Backup vs Replication
Proses replication tidak menggantikan fungsi backup, malah keduanya bersifat komplementer. Backup membantu proses replication melalui fungsi snapshotnya, dan replication membantu backup dalam mengarsipkan replication logs.

Replication susah ketika data yang lu replicate itu berubah-ubah. Untuk mencapai tujuan itu, digunakanlah 3 pendekatan: Single leader, multi leader dan leaderless replication.

Single Leader
Write hanya dapat dilakukan ke satu node utama, yang dipanggil sebagai leader. Dari situ leader menyalin data ke tiap followernya. Menyalin data disini adalah oversimplikasi, chapter ini akan membahas lebih lanjut mengenai proses replkasi dalam subchapter Implementation of Replication Logs.


Sync vs Async Replication
Ada 2 pendekatan dalam melakukan replication di single leader replication. Sync memastikan write dari leader benar-benar terjadi sebelum disebut sukses, sedangkan async tidak. Seperti pembahasan sync vs async pada biasanya, tiap pendekatan memliki plus minusnya masing-masing.


  
    
       
      Data
      Behaviour
    
  
  
    
      Sync
      Up-to-date
      Blocking
    
    
      Async
      Belum tentu
      Nonblocking
    
  


Melihat sifat sync yang blocking, jika semua node sync, selain high latency, juga akan bermasalah ketika 1 node mengalamai power failure dan alasan lain yang mengakibatkan node tidak online, alhasil blocking, dan writes tidak dapat dilakukan sampai node online kembali.

Single leader replication dipakai sbg fitur bawaan relational database seperti PostgreSQL dan MySQL.

Handling Node Outages
</content>
  </entry>
  
  <entry>
    <title>Melawan Per-nganggur-an</title>
    <link href="https://dosedaf.github.io/blog/2026/10/11/melawan-per-nganggur-an/"/>
    <updated>2026-10-11T00:00:00+07:00</updated>
    <id>https://dosedaf.github.io/blog/2026/10/11/melawan-per-nganggur-an/</id>
    <content type="html">baca ini buat liat reasoning gw dalam melawan per-nganggur-an, sangat insightful sampai2 gw dapat 67 job offer. boong.



Job anxious, guilt dan regret

Salah gw sendiri karna agak lalai di tahun2 kemarin. Memang ada beberapa masalah yang mau gamau harus ngedelay progres gw, tapi aneh juga kalau coping mechanism gw saat itu adalah rotting, main game dan doomscrolling.

Seperti semua aksi, bakal ada konsekuensi, yang ini, jelas konsekuensinya jelek. Di tahun keempat kuliah yang rasanya sepi, belajar gw sekarang sambil dikejar waktu. Gabisa santai2 belajar system programming dgn bikin text editor from scratch pake C. Sekarang semuanya harus efisien dan purposeful. Sisa 1 tahun dari masa “aman” nganggur gw, jadi sudah sewajarnya per-nganggur-an ini dilawan.

Blog ini dibuat untuk semacam dokumentasi, karena akhir2 ini gw sudah belajar cukup banyak, sampai2 gw sedikit struggling untuk bisa retain pemahaman yang gw dapetin. Jadi selain memang biar bisa look back, tujuannya juga untuk implementasiin tekniknya feynmann gitu lah.

Melawan per-nganggur-an

Kalo kata jonathan blow,


  “Pick one thing, stop bouncing.”


Gw sendiri sudah fix-in diri untuk fokus di Data Engineering, udah belajar beberapa tools, dan udah deep dive beberapa konsep2nya juga. Waktu gw baca Why is ClickHouse so fast jujur gw senyum2 sendiri karna kek “keren bgt gila”. Bisa dibilang jadi salah satu titik dmn gw tau gw enjoy di bidang ini.

Tercatat udah hampir 100 jam sesi fokus gw selama hampir 2 bulan terakhir, bukan angka yang gila tapi perkembangan yang signifikan buat gw sendiri. Gw juga ga menampakkan beberapa penyakit yg gw punya dulu seperti tanya tapi gaada aksi dan bingung harus belajar apa. Gw juga unlock media belajar baru, dari buku.

Buku sebagai media belajar

Walau lebih suka baca artikel, docs dll daripada nonton sebagai media belajar, gapernah kebayang gw bakal ‘beneran’ belajar dari buku.. Kenapa kok ‘beneran’? karna gw dulu sempet nyoba belajar dari buku Statistics for Machine Learning dan Math for Machine Learning tapi hasilnya nihil dan traumatis haha. Tapi sekarang, selesai enggaknya buku itu hanya soal waktu, gw nyicil2 chapter DDIA yang relevan sama tool yg gw lagi pelajarin. Misal belajar chapter storage and retrieval, replication, partitioning dan stream processing saat lg belajar Kafka.

Verdih

Beberapa waktu kebelakang sangat enjoyable dan berkesan, dan yang paling penting gw berprogres. Pastinya ada naik turun, tapi gw sedang berusaha biar yg gw lakuin bisa sustainable. Mungkin goal gw untuk sekarang adalah untuk bisa ‘dream big’ gw udah lama ga punya mimpi, gw pengen punya purpose in life :)

Iya, awalannya emang langsung masuk gitu karna rasanya kek lucu aja. Kalo menurut lu engga ya yaudah.
</content>
  </entry>
  

</feed>
